Naruto!! oh Naruto!!!

Dulu waktu kecil-kecil, hari minggu pagi dari pukul 6 sampai pukul 11 adalah surga bagi semua anak kecil. Cukup ambil sarapan nasi goreng di dapur lalu ngangkang depan TV dengan se abrek film kartu yang siap memanjakan mereka semua. Mulai dari KBH RX sampai Sein Seiya, dari Sailormoon hingga Dragonball Z. Tetapi sekarang sepertinya hanya beberapa TV suasta yang masih memikirkan tontonan buat anak-anak di pagi hari. Itupun dengan durasi yang hanya satu atau dua jam.

Tetapi, bukan berarti sekarang tidak ada lagi film kartun yang bisa jadi hiburan bagi anak-anak. Bahkan makin banyak film kartu yang penuh akan makna. Tinggal pinternya kita dalam memilih tontonan buat adik atau anak kita. Dan usia bukan menjadi halangan untuk menonton film yang dasarnya disajikan untuk anak-anak. Bahkan ada beberapa judul film kartun yang jalan ceritanya cukup rumit dan hanya akan bisa di pahami oleh mereka yang sudah mulai beranjak dewasa.

Saya contohnya, yang sekarang sedang tergila-gila dengan sosok Naruto. Yaitu tokoh kartun dengan jalan cerita yang cukup berliku-liku. Tetapi sejauh ini, Naruto adalah salah satu film kartun yang layak di tonton menurut saya. Semangat dan rasa setia kawan disini sangat ditonjolkan dan harus sekuat mungkin untuk diperjuangkan. Naruto, Sakura dan Sasuke, tiga sahabat yang awalnya saling mendukung dan melindungi, akhirnya terpisahkan oleh ambisi masing-masing yang tidak dapat dibendung. Sasuke yang tergila-gila akan kekuatan super agar bisa melampaui naruto yang memiliki cakra tak terbatas akibat Kyubi yang tersegel didalam tubuh seorang Jinchuriki, yaitu Naruto sendiri. Kyubi adalah Biju terkuat dari 8 biju lainnya yang juga di segel di tubuh masing-masing Jincuriki lainnya. Sementara Sakura adalah perempuan yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri yaitu sasuke sejak lama, dan tanpa tahu ternyata Naruto menyukainya. Sementara naruto sendiri juga punya ambisi sendiri untuk menjadi seorang Hokage, yaitu peringkat tertinggi di sebuah clan yang diperoleh berdasarkan level kekuatan mereka masing-masing. dan Hokage adalah ninja terkuat di masing-masing desa dengan clan yang berbeda. Tiap Clan memiliki Kage-nya tersendiri, seperti Kazekage, Raikage, Mizukage, Tsucikage dll.

Untuk memperoleh gelar Kage, semua ninja harus melalui beberapa tahap level tes yaitu mendaftar menjadi  murid akademi ninja dan lulus dengan predikat Genin, yaitu Ninja kelas rendah yang hanya boleh melakukan pekerjaan ninja Level D, yaitu tugas sepele seperti nangkap kucing kabur, bersihin sekolah dan lain-lain. Biasanya Genin terdiri dari 3 orang dengan seorang pembimbing dari Level Jounin. Lalu ada tes lanjutan untuk memperoleh gelar Chuunin yang bisa membuat mereka menaikkan level tugas dan misi seorang ninja dari Level D ke Level C dan B. Lalu ada Jounin, yaitu ninja elite dengan Level tugas ninja di A dan S dengan kesulitan yang memerlukan teknik Ninjutsu dan Taijutsu yang tinggi. Lalu ada ANBU, yaitu ninja tersembunyi yang tugasnya juga sangat berbahaya. tugasnya adalah membunuh dan mereka tidak boleh memakai nama serta tidak boleh melepaskan topengnya supaya identitasnya tidak di ketahui. Salah satu ANBU yang membuka topengnya adalah Kapten Yamato yaitu sensei pengganti Kakashi untuk mengawasi Tim 7 yaitu tim Naruto. Nama asli Yamato adalah Tenzo. Masih banyak tokoh penting di Film ini yang nama-namanya itu akan teringat sendirinya akibat harus menghafal jalannya cerita film ini yang maju mundur. terkadang cerita masa lalu baru di bahas di Episode kedepannya, untuk menceritakan kenapa sebuah keadaan bisa tercipta.

Intinya, film ini layak tonton dan benar-benar bisa mengajari mereka yang masih kecil arti sebuah kesetiakawanan dan sebuah pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu. Sampai sekarang pun ceritanya masih berlangsung dan belum selesai. Ada 220 Episode untuk babak perkenalan dan proses para ninja meraih gelar keninjaannya atau ANBU dan masih ada sambungan di “Shippuden” yang sudah berjalan sekitar 250 episode dan bisa di tonton secara online di NARUTOGET.com. Jadi ada total 470 Episode yang harus di tonton dari Awal :D .

Hati-hati kalau ingin mulai menonton, dijamin bakal ketagihan :D  

………!!!

Semenjak selesai dari sekolah SMA, saya mulai pisah kehidupan dengan kedua orang tua saya. Satu hal yang memang menjadi sebuah keinginan tetap, yaitu merantau. Bukan karena tak senang dekat dengan orang tua, tetapi ada satu prinsip yang dari dulu saya pegang tentang sebuah penilaian diri.

“Semulia-mulianya mereka yang berada di kampung halaman, jauh lebih dimuliakan mereka yang jauh dari kampung halaman”

Tidak berarti yang berada dikampung halaman tidak baik, tetapi rasa ditunggui pulang kampung itu melebihi dari apapun. Apalagi sang ibu dirumah siap menanti dengan segala macam masakan untuk anaknya tercinta yang sebentar lagi pulang kerumah. Walaupun kehidupan di rantau itu tidak jauh lebih baik dari kampung halaman sendiri. Beberapa kota besar seperti Medan dan Jakarta pernah terjamah untuk mengais segenggam rejeki. Sebuah pengalaman yang tidak bisa digantikan dengan nilai rupiah. Namun, ibu dirumah dalam keadaan sakit-sakitan, rasanya tak cukup baginya hanya mendengarkan suara anaknya melalui telepon. Meninggalkan karir yang sedang dibangun demi Beliau yang lebih membutuhkan anaknya tetap berada disamping.

Namun tuhan sepertinya berkata lain, pengorbanan yang ku lakukan belum cukup, sehingga ibuku diambil kembali kepangkuanNya. Andai bisa ku bertanya apa mauNya? Genap sudah satu minggu ibunda pergi menghadap sang Khalik penciptanya. Rumah tak ada lagi ocehannya, sepi akan omelannya, tak ada yang membangunkan aku dipagi hari, atau menghubungiku jika belum pulang larut malam. Rasanya air mata yang bercucuran setiap kali memikirkannya atau melihat fotonya dirumah itu tidak cukup untuk menghilangkan rasa pedih dihati.

Satu pelajaran penting yang bisa kuambil dari kejadian ini adalah sebuah kesetiaan. Sang ayah yang selama ini dikeluarga terkenal cuek, pendiam, dan terkesan tidak peduli serta hanya ingin membahas yang penting-penting saja. Jikapun ingin bercanda itu hanya terjadi atas pancingan sang ibu. Namun selama ibu kritis dan dirawat di Rumah Sakit, sebentar pun beliau tak mau meninggalkan ibu yang tertidur tak berdaya sejak Desember tahun lalu. Bahkan untuk mandi saja harus dipaksakan meninggalkan ruangan tempat ibu di Rawat. Setiap malam beliau mengelus-elus rambut ibuku hanya supaya sang ibu tertidur pulas dan bisa sembuh ceria esoknya. Memapahnya ke kamar mandi, sampai membersihkan kotoran ibuku. Sekarang rasanya ingin bunuh diri jika melihat ayah diam, seolah sedang berfikir juga, apakah pengorbanannya juga tidak cukup untuk menyembuhkan ibuku sehingga dia harus kembali ke Tuhannya?

7 hari sudah berlalu, keramaian pengunjung dirumah pun telah berakhir. Kesunyian seperti apa yang akan kami hadapi tanpa ibu dirumah akan segera kami nikmati bersama. Entah berapa banyak air mata lagi yang akan tumpah dirumah itu jika mengingat satu-satunya perempuan dirumah kami telah tiada. Entah sama siapa aku mengeluh jika aku terpuruk nanti dan membutuhkan usapan tangan ibu. Entah bagaimana cara mengekspresikan sebuah kebahagiaan yang kelak akan aku dapatkan,sementara tempat berbagi kebahagiaan itu telah pergi. Entah siapa yang akan peduli pada ku dan adikku nanti, sementara alasan orang-orang peduli padaku selama ini karena ibu disampingku. Entahlah…..

Aku cuma berharap, ibu bisa hadir disetiap mimpi ku. Bisa kan harapan ku dikabulkan? diantara setumpuk harapan lainnya, hanya ini yang saya mau untuk dikabulkan secepatnya dan sesering mungkin.

Semoga engkau istirahat dengan tenang ya bu, dan siksa kubur jauh dari mu sampai kiamat datang.

“Almarhumah Asniati binti Muhammad Zein”