start “again”

aku merasa seperti dilahirkan kembali, memulai kembali segala sesuatu yang pernah aku tinggalkan, segala sesuatu yang dulunya ku anggap sepele, sehingga mengecewakan kedua orang tuaku, walaupun awalnya kupikir tindakan itu akan membuat mereka bangga, awalnya iya, tetapi akhirnya tidak.

tidak mudah memang memulai apapun yang pernah kita geluti kemudian meninggalkannya dalam tempo waktu yang cukup lama, tidak mudah memang memulai segala sesuatu yang harus menentang pola pikir kita sendiri, dan sangat tidak mudah jika apa yang kita lakukan itu berdasarkan pemikiran orang tua, dan lebih tidak mudah lagi jika hal tersebut berhubungan dengan ambisi dan emosi sesaat, yang pada akhirnya berujung penyesalan. didalam film apapun dan didalam keadaan apapun selalu saja sosok penyesalan ibarat polisi di film india, selalu datangnya belakangan, setelah semuanya terjadi, setelah dampak-dampak negatif mulai menjelma, setelah semuanya hancur lebur.

ibarat kata pepatah, nasi sudah menjadi bubur,yang semuanya sudah terlanjur dan tidak mungkin nasi yang telah menjadi bubur kita kembalikan menjadi beras kembali. tetapi aku masih mengingat pesan guruku dulu, tepatnya dipelajaran biologi, manusia adalah bentuk binatang yang dikaruniai kelebihan yaitu kecerdasan pola pikir dan bisa menilai serta mengelola sesuatu menjadi lebih baik lagi, dan itu saya coba praktekkan kedalam  kehidupan ku yang tadinya sudah menjadi bubur. sebagai seorang manusia yang sangat menyukai bubur ayam, tentunya kehidupan ku akan kubuat seperti bubur ayam yang lezat itu, nasi sudah menjadi bubur, memang tidak akan mungkin dirubah kembali menjadi beras ataupun nasi yang bisa di nikmati dengan gulai kambing, tetapi sangat mungkin untuk di tambahi ayam suir, bawang goreng serta kerupuk dan juga daging-dagingan yang sudah jelas sama enaknya dengan nasi gulai kambing atau bahkan lebih.

tidak ada kata terlambat untuk berubah, dan sekarang sedang saya usahakan dan praktekkan, masih ada kesempatan untuk membuat mereka bangga dan bahagia, kesempatan itu memang masih datang padaku, memang kesempatan itu bukan hanya sekali tetapi beberapa kali tetapi tidak berarti berkali-kali. memanfaatkan keadaan itu memang suatu momen yang menguras perasaan dan waktu, tetapi bukan berarti tidak bisa di manfaatkan dengan sebaik mungkin.

mamak dan ayahku pasti sekarang sedang berdoa, mungkin selama ini aku luput dari pikiran itu bahwa mereka sedang menanti anaknya pulang dengan sekumpulan huruf yang berbentul titel atau gelar. aku sedang berusaha mak, aku juga sedang mengalahkan isi pikiran ku yang selama ini sedikit kotor yah, tapi mohon berikan sekali lagi kepercayaan itu untuk anak mu ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s