Sama Tapi Tak Sama

Hari ini aku menjadi seorang Kemal arival yang dikenal banyak orang dikota tempat aku tinggal sekarang, setiap paginya mulai dari jam 6 sampai jam 9 pagi, aku dengan terpaksa bangun pagi dan juga dipaksa menjadi orang yang selalu gembira serta dilarang keras menunjukkan kalau aku sedang dalam masalah yang besar atau kecil. Awalnya ini merupakan hal yang susah banget untuk dilakukan tetapi lama kelamaan menjadi asik dan bahkan menjadi tempat pelarian ku ketika aku mengalami masalah atau memiliki masalah yang belum bisa terselesaikan dikehidupan ku yang lainnya. Sekarang aku sangat menikmati menjadi orang yang berkepribadian ganda. Bangga ??? tentu tidak tetapi paling tidak aku tidak pernah melakukan kejahatan yang berarti dengan keadaan ku yang seperti sekarang ini. Hanya cukup untuk ku nikmati saja, dan jika ada yang merasa diuntungkan, itu hanya sebuah impact dan penghargaan saja dari orang lain.

Kemal arival itu sosok orang yang menggembirakan, bawel, punya wawasan luas tentang musik dan tau banyak hal tentang kehidupan, terlebih tentang seks. Yaiyalah dikarenakan hampir setahun bergelut didunia malam(siaran jam 9-12 malam) dan membahas seputar masalah seksualitas, dan begitu banyak orang yang antusias dengan program aku yang satu ini, jadi wajar sekali dibandingkan dengan teman-teman se-angkatan ku , aku lebih dikenal banyak pendengar, bukan bermaksud sombong tetapi memang begitu keadaanya, dan juga tanpa bermaksud narsis sedikitpun, karena aku adalah seorang kemal arival yang selain cerewet juga kebanyakan narsisnya ketimbang kalemnya. Dan amat disukai disukai oleh anak-anak sma banda aceh, sebagai bukti banyak yang datang keradio hanya untuk bertanya “kak, kemal arival yang mana sih orangnya”, Narsis ?? iyaaaa lahh karena sekarang saya seorang kemal arival yang memang dari hari kehari narsisnya nauzubilahiminzalik, mungkin karakterku yang lain ingin memprotes, kok ada sih orang seperti aku. Kadang-kadang kesel juga di uber-uber brondong sampai ke studio tempat saya mencari secarik uang kertas, tapi namanya juga resiko pekerjaan.

Sepulangnya dari radio, aku dipanggil oleh teman-teman kampusku (dulu banget) dan teman-teman seperjuanganku yang telah mengenal ku dari SD atau bahkan semenjak sebelum sekolah yaitu Husni Fachrizal H.A.(seusia dengan akte kelahiran) yang mana H.A itu adalah Bapak Hasanuddin dan ibu Asniati yang terhormat, kebetulan semenjak tahun 1985 sampai dengan sekarang menjabat sebagai orang tua saya di pemerintahan kehidupan saya. Pekerjaannya sih biasa saja, yang satu pegawai Negeri Pencatat jumlah penduduk, yang satu lagi seorang guru matematika. Yang membuat mereka luar biasa adalah ketabahan memiliki anak yang seperti saya ini. Banyak maunya!!! Banyak meminta tapi tak banyak memberi (nyadar diri), banyak membuat mereka menangis tak banyak membuat mereka tertawa. Dan kalau boleh jujur, semenjak MIN a.k.a Sekolah dasar, saya orangnya pemalu, bahkan dalam keadaan kronis, jika punya kawan satu, yaudah mungkin prinsipnya itu kawan akan menjadi satu-satunya kawan saya mulai sejak itu sampai akhir hayat, jangan mimpi dan berhayal kalau saya mau mengajak orang berkenalan duluan, atau minimal menyapa duluan, atau lebih simpel lagi senyum duluan, NEVER EVER DO THAT BEFORE !! kenapa ?? entah, saya pun bingung kenapa dulu saya menjadi orang yang freak seperti itu, dan lebih sangat tidak menyangka tumbuh besar eh malah menjadi orang yang sok ramah dengan semua orang, LOL ROFL ROTFL LMAO 😀

Tetapi tenang, ini hanya berlangsung sampai saya MTsN a.k.a SMP a.k.a SLTP saja, karena ketika SMA saya terkenal supel dan banyak kawan, mulai dari sma sendiri samapi ke sma tetangga bahkan hampir sok kenal dengan seluruh anak sma yang ada didaerah saya tinggal waktu itu. SMA saya cukup dikenal oleh anak-anak dan juga dihafal namanya oleh guru, tanpa berusaha menjadi orang yang munafik, dikenal dan di ingat namanya oleh guru disekolah adalah keinginan semua orang dan pasti akan merasa senang oleh itu. Senang atau tidak saya di SMA termasuk orang yang populer (kemal arival muncul sementara),

Sebenarnya kalau membahas urusan panggilan saya lumayan punya banyak panggilan sejak kecil hinggal dewasa, Mulai dari Ijal yang selalu di panggil oleh nenek dipihak ayah saya, Oni oleh keluarga bunda saya dipihak ibu saya , apple oleh beberapa teman sma yang sudah mengenal saya lebih dekat dan jangan ditanya asal muasal nama ini dari mana karena ceritanya panjang, yang jelas dulu dikelas 1 sma saya pernah mengkoleksi buku-buku pelajaran yang sampul depan nya buah-buahan dan kebetulan gambarnya banyakan buah aple (hufffff ini temen2 guwek yang maksa bener manggil guwek dengan nama itu), fahri oleh teman-teman radio pertamaku, yaitu pertaman kali aku memasuki dunia radio, Usni oleh orang-orang yang cadel S alias beberapa teman baruku 3 tahun yang lalu, walaupun udah dikasi foto kopi KTP tetap aja ga mau rubah panggilan nama ku, hfffffff, Levi oleh sodara-sodara jauh (dan benar-benar jauh dari arti sebenarnya) yang jarang berkunjung kerumah sehingga salah menempatkan posisi yang mana saya yang mana abng saya (damn !! mentang2 guwek muka tua gitu trus guwek dikira abang guwek gitu ? trus salah guwekkk kalo elo elo pade kunjungan satu dekade skali ? heyyyy abang guwek bedanya 4 tahun sama guwek dan itu jauhhhhh ok ???  dan dia mau meeeerrriiiddd jadi tolong deh liat baik2 mana yang imut mana yang tua huffff ) dan yang terakhir ya Kemal alias nama pemberian Denny Salam si Bos tempat saya siaran 5 kali seminggu Fine Thanks Bye

Kedua orang diatas jelas orang yang sama tetapi jelas kedua orang disana berbeda karakter dan kemauan. Saya pernah mendengar dan membaca sekilas tentang ulasan sebuah buku yang menceritakan tentang orang-orang yang memiliki alter igo alias kepribadian yang lain dan berbeda di waktu yang berbeda. Kalau di kejadian didalam buku tersebut adalah beberapa kepribadian yang bahkan melebihi 10 kepribadian bukan  hanya dua seperti yang aku miliki, dan yang dibahas didalam buku tersebut adalah kepribadian yang tercipta tanpa kesengajaan oleh si pelaku, sementara saya memang sengaja membuat dengan terpaksa dua kepribadian, dengan tujuan supaya antara kehidupan sang husni tidak terusik dengan kehidupan sang kemal, walaupun itu susah dijalankan. Tetapi sekedar informasi, cukup menyenangkan dan sangat gampang sekali masalah terselesaikan ketika kita memiliki dua karakter yang berbeda yang kita aplikasikan didalam kehidupan masing-masing. Kenapa ? karena sebagai manusia kita cenderung merumitkan serta memperpanjang suatu persoalan dan permasalahan, padahal jika kita tinggalkan dan diamkan permasalahan itu lama-lama juga akan hilang atau paling tidak kita akan menemukan solusinya didepannya nanti. Untungnya dimana ?? ketika aku menjalani hidup sebagai diri sendiri, sering kali masalah muncul, dan kadang-kadang tidak terselesaikan disaat itu juga, namanya juga lagi emosi, tidak gampang mencari penyelesaian masalah, disaat itulah aku kabur kesosok kemal arival yang charming dan senang, seolah-olah tanpa masalah, dan itupun berhasil, setelah semuanya reda, secara tidak langsung, penyelesaian terhadap masalah pribadiku pun mulai menampakkan solusinya masing-masing J. Dari pada kita berusaha menyelesaikan suatu permasalahan ketika kita sedang dilanda emosi? Yang ada masalah menjadi semakin runyam dan semakin parah.

Dan saya ingin mengatakan, karakter yang demikian pun terkadang kita sering memunculkan nya sebagai usaha pengalihan diri dari sebuah permasalahan

Happy Weekend guys

Tulisan ini tak lebih dari sebuah profile diri yang diungkapkan ke public tanpa ada tujuan dan maksud tertentu, jika ada pihak yang terganggu, mohong diberitahu kepada yang berwajib.

Advertisements

2 thoughts on “Sama Tapi Tak Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s