Cerita Panjang Sampai Kekampung (25 Sept 2010)

My Selangor Stroy

“Good Morning sir, blab la blab la bla bla….” This is morning call, semalam encik Nazly sudah mengingatkan kita bahwa hari ini jam 7 akan ada morning call dari operator First World Hotel supaya kami semua tidak terlambat bangun dan menikmati betapa sedapnya sarapan di hotel mewah, dan kebetulan di café yang hanya di sediakan untuk High Level people yang menginap di tempat tersebut. Ayoo teman, masih panjang sekali petualangan di Selangor ini, butuh sarapan yang luar biasa untuk mendukung kegiatan sehari penuh. Selesai sarapan kami pun check-out ditambah foto bersama dengan pengurus First World Hotel di lobby nya. Sebenarnya belum puas untuk menikmati indah dan sejuknya Genting Higland World Resort, tetapi karena ada janji yang asik dari kemarin,  makan Genting pun siap di tinggalkan.

Dalam perjalanan Ke genting, kami melewati sebuah tempat bernama Swee Temple atau Kuil temple tepat di lereng gunung !! WOW, sebuah Konstruksi yang luar biasa yang membutuhkan waktu sekitar 18 tahun untuk menyelesaikan kuil tersebut, selain karena ini adalah daerah pegunungan, ditambah lagi daerah yang terjal sehingga susah untuk mengangkat material ketempat ini, ditambah lagi keadaan lereng gunung yang seakan susah untuk membangun bangunan semegah kuil ini. Sebuah kuil yang dibangun oleh seseorang yang tersesat dihutan dan akhirnya mendapatkan sebuah mimpi dari tuhan nya untuk membangun kuil disana, maka dia akan sukses hidupnya. Sesuai dengan kepercayaan disana akhirnya terbangunlah Kuil Swee ini. Sementara awal mula terbentuknya Genting Highland ini adalah dari mimpi seorang lim goh tong yang ingin memiliki sebuah resort yang berdekatan dengan kuala lumpur. Beliau juga merupakan seorang kontraktor handal yang akhirnya berhasil mendapatkan projek pertamanya pada awal tahun 1954, sementara keseluruhan projek dimulai pada tahun 1957. Genting sendiri merupakan daerah perbatasan kerajaan Selangor dan Kerajaan Pahang, selain karena daerah nya yang terjal susah dilalui, genting ini juga berarti sebuah daerah yang terletak di dua kerajaan yaitu Selangor dan Pahang, dan waktu kami pun makin genting, sebab waktu untuk berleha-leha di Kuil swee ini hanya sedikit. Karena keasikan dan takjub melihat luar biasanya arsitektur bangunan ini, dan rasa yang tak pernah puas untuk mengabadikan gambar yang ada disana, hampir saja kami ketinggalan bus untuk balik ke Kuala Lumpur dan menuju Tempat selanjutnya, yaitu Kanching, sebuah daerah pegunungan dengan hutan yang luar biasa ditambah lagi ada air terjun tujuh tingkat.


Sudah terbayang di otak saya betapa luar biasa serunya perjalanan hari ini, dan betapa capek nya pendakian hari ini. Mengingat badan yang sudah tak kurus lagi, apakah saya akan mampu menaikin gunung yang memiliki air terjun tujuh tingkat itu ? tentu tidak, karena finalist lain pun sudah tidak sanggup untuk melakukan rutinitas tersebut, akhirnya karena keterbatasan waktu dan tenaga kami memutuskan untuk menaiki tiga tingkat saja. Dan itupun sudah membakar kalori dalam jumlah yang banyak di tambah dengan godaan monyet-monyet nakal yang ada di hutan tersebut, yang seakan makin hari makin mengakrabkan diri dengan pengunjung, dan tanpa malu-malu merebut, mencuri, merampas makanan yang ada pada pengunjung. Makanya disarankan jika ketempat ini jangan terlalu genit melebihi genit dan hebohnya seekor monyet tersebut. Moment luar biasa ini tidak akan kami dapatkan tanpa Pentax Camera, Ini salah satu hasil nya.

Capek naik turun gunung, lunch pun tiba, tetapi lunch kali ini tidak semahal dan semewah biasa, karena tidak ada tempat mewah disekitar gunung, yang ada hanya warung makcik-makcik yang jualan di lereng gunung. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli makanan cepat saji diluar komplek pegunungan. Karena bersama, walaupun makan makanan yang sudah sering kami rasakan seakan terasa lezat. Sambil didampingin oleh monyet-monyet nakal yang sudah siap untuk menyerbu sisa makanan kami. Seakan hari tak pernah habis, dalam keadaan tenaga hampir habis, kami melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah desa, kesebuah tempat yang jauh dari kemewahan, yang jauh dari kecanggihan teknologi yang sudah kami nikmati selama 2 hari yang lalu.

Disana kami di pertemukan dengan orang-orang kampung yang datang dengan tari selamat datang “kuda Kepang”. Kaget?? Tentunya, sangat kaget malah karena selama ini saya hanya mengetahui kuda kepang atau kuda lumping hanya berada di pulau jawa, salah satu pulau yang berada di Indonesia. Dan dari hasil investigasi dari beberapa orang dan juga keterangan dari bapak angkat saya disana, memang mereka ternyata keturunan jawa yang sudah lama sekali tinggal di Malaysia dan menjadi warga Negara Malaysia tanpa melupakan budaya asal mereka yaitu budaya jawa. Dan bahkan kaget sekaligus terharu, mereka masih bisa berbahasa jawa dan dibuktikan oleh Abdul Kholid teman saya yang berasal dari Jombang jawa timur yang juga merupakan salah satu finalis Selangor Story Blogger. Rasa kagum dan  terharu pun berakhir karena kami harus menuju rumah singgah kami untuk ber istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan melihat Kelip-kelip atau kita mengenalnya dengan sebutan Kunang-kunang di kampong Kuantan masih di daerah Kuala Selangor.

Rasa lelah dan capek terasa hilang ketika kami sampai di sebuah kampong bernama kampong kuantan yang disambut oleh ribuan kunang-kunang yang berkelap-kelip dikegelapan, karena ini kesultanan pun membuat peraturan bahwa daerah tersebut tidak akan dialiri listrik demi terjaganya populasi kunang-kunang dan wisatawan tetap bisa menikmati kelip-kelip di pinggiran sungai kuantan. Dan yang menikmati daerah ini bukan Cuma grup kami, tapi ramai sekali turis asing yang juga ikutan antri disana. Seakan Tourism Selangor tidak pernah puas memanjakan kami dengan suguhan fasilitas, sebelum beranjak pulang, kami pun diajak menikmati “Satay Hut” yaitu sate ter enak dan paling terkenal di Selangor. Dan makan pun menjadi salah satu rutinitas kami terbesar selama berada di Selangor. Melihat pemandangan sudah, perut pun terlampau kenyang, saatnya kami pulang, bapak angkat kami pun sudah menunggu untuk membawa kami pulang untuk tidur dan bisa menikmati hari esok yang sepertinya akan jauh lebih menyenangkan.

Our Sponsor : Tanpa mereka perjalanan kami tidak akan semulus ini dan se nikmat ini

  1. Firefly (Official Airline)
  2. Pentax (Official Camera)
  3. Tropicana Medical Centre (Official Medical Centre)
  4. Resort World Genting (Offical Resort)
  5. Sunway City Berhad (Official Integrated Resort)
  6. P1 (Official Broadband Provider)
  7. TV Selangor (Official Online TV)
  8. Royal Selangor (Official Souvenir Shop)
  9. Haven Restaurant (Official Restaurant)


Advertisements

7 thoughts on “Cerita Panjang Sampai Kekampung (25 Sept 2010)

    1. susah ambilnya buu, mau di pake flash kamera nya kunang2 nya ketutup lampu flash…mau ga dipake flash sama aja ga keliatan dalam kegelapan malam hahah jadinya nikmatin sendiri deh..klo mau ksana ja langsung dijamin ga rugi and ga bakal kecewa deh hahah *promo mode ON*

  1. akhirnya adek ku jalan keluar juga ya hahhahaha… mentang2 jalan keluar negeri ga ajak2 nih ? mana kasi taunya pas uda disana lagi..ah ga asik dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s