Rinduku Padamu

Pertama ku memberanikan diri menjauh dari tanah kelahiranku, tempat yang sudah lama memperhatikan gerak gerik serta tingkah lakuku, dan tempat dimana perempuan yang sangat ku cintai berada. Berat memang, apalagi ini pertama kalinya ku pergi jauh bukan dalam waktu sebentar, bukan hanya sekedar liburan seminggu atau beberapa hari, tapi dalam hitungan bulan bahkan tahun. Memulai hidup baru di tempat yang baru dengan suasana serba baru tidaklah mudah. memulai dari nol dalam segala aspek, dan itu sungguh menyita waktu. Ok mungkin semua itu tidak masalah, bisa dilalui seiring berjalan waktu dan berusaha mencocokkan diri dengan segala suasana yang benar-benar tidak enak.

Terserah mau dikata saya manja atau tidak, tapi berjauhan yang benar-benar jauh dengan beliau, membuat saya resah tanpa ujung perempuan yang bertaruh nyawa melahirkan saya, perempuan yang sampai smp masih menyuapi saya sarapan kadang-kadang, perempuan yang mau memandikan saya ketika saya sakit, bahkan tidak tidur berhari-hari ketika saya di opname,  perempuan selalu menangis ketika mendengarkan suara saya di telpon padahal suara saya cuma bindeng karena flue.

ibuku memang lemah, ibuku tak sekuat ibu lainnya, sering sakit-sakitan, bahkan semenjak smp pun saya sudah terbiasa keluar masuk rumah sakit dan nginap disana karena begitu seringnya beliau di opname. ibuku juga bukan seperti ibu lain yang selalu tepat waktu menyajikan makan siang karena dia harus mengajar disekolah, dan kami pun terbiasa dengan makan siang yang molor bahkan sampai jam 2 siang. tapi aku tak bisa menyayangi dan mencintai perempuan lain melebihi cintaku padanya, aku pelupa dan bisa dengan mudah lupa akan hal-hal sepele bahkan sesuatu yang baru terjadi ataupun nama teman ku sendiri, tapi aku tak bisa menghilangkan wajah beliau yang setiap malam muncul yang itu sungguh menyakitkan.

ibu sering berbohong ketika kutanyakan apakabar, selalu saja di jawab baik dan sehat dengan penambahan adegan ketawa dan terkekeh-kekeh, tapi aku masih punya saudara laki-laki dirumah yang selalu memberi laporan bagaimana keadaan beliau. jangan salahkan anakmu yang juga sering berbohong ketika sedang sakit tapi menjawab baik-baik saja hanya karena ingin membuatmu lega dan nyaman dalam tidurmu.

rasa rindu yang berkecamuk ini sungguh membuatku pilu, dan takut akan kehilangan dirimu. sehingga ku selalu berdoa, jika ku meninggalkan dunia ini lebih dulu dari ibu, ku berharap ada beliau disisiku yang menuntunku ke nafas terakhir, dan hanya wajah nya yang terakhir kulihat. Begitu pula jika ibuku yang terlebih dulu di panggil oleh yang maha kuasa, ku mau hanya tubuh ini yang ada disamping beliau, dan hanya wajahku yang terakhir beliau lihat, bukan yang lain.

ibu, aku belum dewasa, karena aku masih ingin tidur dipangkuan mu, ku ingin menciummu setiap pagi, ku ingin memelukku setiap ku ingin pergi, ku mau cuma wajahmu yang pertama ku lihat ketika ku bangun dan wajahmu yang terakhir ku sentuh ketika ku tidur.

ibu aku rindu padamu
ibu aku sayang padamu
ibu aku ingin memelukmu
ibu aku ingin mencium pipi kening dan tangan mu
ibu aku ingin berlutut dan memohon ampun dosa walaupun tidak ada setitik dosapun yang kau anggap yang pernah ku perbuat
ibu…i love you

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s