Antara Joki dan PSK di Tengah kemacetan Jakarta

Alhamdulillah akhirnya saya sampai di jakarta dengan selamat, diawali dengan naik bus bandara yang langsung mengantarkan saya ke terminal blok m. Saya tidak di jemput staff kantor,huwff tak apalah mungkin dengan begini bisa belajar mengenal jakarta dari awal. Sesampai di blok m saya memang sudah ada yang nungguin, yaitu temen kantor yang sudag dari tadi nungguin untuk mengantarkan saya ke kos-kosan didaerah cipete fatmawati, dan pertama menginjakkan kaki di kota ini saya langsung di suguhi kemacetan yang luar biasa biadab. Dan Fatmawati merupakan salah satu jalur macet fenomenal di jakarta, yeah dan ini pun hari jumat, lengkap lah penderitaan.

Berhubung besoknya sabtu, saya libur dan tidak masuk kerja, tetapi si bos nyuruh saya main-main ke kantor untuk melihat-lihat supaya senin nanti tidak kaget dengan suasana dan juga lingkungan kantor. Kebetulan kantor terletak tepat di depan Plaza Blok M salah satu dari 4 Mall yang ada di kawasan Blok M, dan pagi itu saya dikagetkan dengan adanya manusia-manusia pinggir jalan dengan beraneka ragam bentuk dan usia berusaha memanggil-manggil mobil yang lewat layaknya ingin di “booking” seperti para pekerja seks komersil. Terlintas di pikiran, apakah jakarta sebejat itu? pagi buta pelacur perkeliaran mencari nafkah? hebohnya lagi masa iya melacur bawa anak, bahkan ada yang sedang hamil, atau apakah kawasan pelacuran ini memang kawasan gabungan antara pelacur wanita dan pelacur pria? oh tuhan, kepala mulai mumet dengan semua terkaan konyol saya waktu itu.

saya pun berlalu kekantor dengan pemikiran yang masih sama seperti tadi, apakah jakarta sudah sebegitu menggelegarnya sampai praktek prostitusi tidak mengenal tempat dan waktu lagi??

Singkat cerita, saya mendapatkan penjelasan bahwa mereka adalah para jockey yang membantu para pengemudi untuk melalui jalur 3 in 1 yang di buat pemerintah jakarta untuk mengurangi kemacetan jalur-jalur tertentu. Tapi malah menciptakan kemacetan di jalur lainnya, bahkan menjadi dua kali lipat.

lagian apa gunanya jalur 3 in 1 jika bisa disiasati dengan menggunakan para joki ini? satu sisi bagus memang, dengan adanya peraturan itu, para pengemis bisa berkurang karena mereka beralih menjadi joki untuk hidup, tetapi tujuan awal untuk mencegah kemacetan sepertinya sudah gagal dan jauh panggang dari api.

semoga saja ada perubahan sistem dan juga penerapan sistem baru dikota yang sudah di ujung tanduk ini untuk berbenah diri mengakhiri segala macam protes dan carut marut urusan kemacetan yang sepertinya sudah tidak ada jalan keluar lagi selain mengubur kota ini hidup-hidup.

dan untuk para joki, saya memohon maaf kepada kalian yang sedalam-dalamnya karena telah berpikiran macam-macam, dan betapa bodohnya saya karena bisa berfikir sebego itu. suatu saat saya akan mencoba jadi joki, dan merasakan bagaimana rasanya jadi joki dipinggir jalan, dan mungkin akan menjadi pengalaman yang luar biasa dalam hidup saya.

Advertisements

3 thoughts on “Antara Joki dan PSK di Tengah kemacetan Jakarta

  1. Jokey ini memang hebat sekalian miris, hebatnya balita2 yang digendong ibunya itu yang seharusnya masih bobo nyenyak di samping ibunya namun jam 7 pagi sudah bekerja. Very inspires buat saya mereka2 ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s