Episode Baru!!

Kebebasan telah benar-benar saya raih beberapa tahun lalu. Tanpa halangan dan rintangan, semua yang saya inginkan telah tercapai. Tentunya dengan resiko dan konsekuensi yang juga akan saya terima. Sekarang babak baru telah dimulai setahun yang lalu, yaitu sejak memutuskan untuk kembali meneruskan study yang telah lama saya tinggalkan. Ternyata bukan hal gampang untuk memulai segala sesuatu yang sudah pernah dilakoni dan lalu terbengkalai karena banyak alasan. Apapun itu, akan saya lakukan demi sebuah janji.

Jatuh bangun dalam membangun kembali hidup yang sempat datang beberapa saat, dan itu tidak enak. Sangat tidak menyenangkan. Saya menyebutnya sebagai proses penemuan jadi diri, atau proses penemuan “Passion” yang selama ini sering digadang-gadangkan banyak orang. “Sudah ketemu Mas Passion -nya?” “Tentunya belum dong”. Itu sering terlintas dikepala, sebuah pertanyaan yang memperolok diri sendiri, yang akhirnya berujung padang perenungan semalam suntuk akan kehidupan apa yang akan saya cari.

“udah la kems, lanjutin aja dulu kuliahnya baru ntar coba “tempur” lagi nyari kerjanya, Emang situ mau saingan sama segambreng sarjana muda yang mulai menyebalkan itu?” – apa lagi pertanyaan yang ini. kadang merasa minder sendiri dengan “nama tanpa titel” ku ini. Sekarang malah ada judul baru untuk sinetron yang kejar tayang ini, “Berakhir di Interview”.

Sering rasa minder bermunculan tiba-tiba, yang terkadang menyita waktu ku dan menuntut untuk menyendiri. Terkadang seharian mendadak jadi sosok anti sosial yang enggan bertemu dengan banyak orang, lebih tepatnya orang yang telah saya kenal dengan baik, dan sebaliknya. Rasa seperti ini yang akhirnya membuat saya merasa hilang semangat untuk maju. Bukannya minder ga punya kemampuan, tapi sekarang adalah masa sulit untuk “melegalisasi” semua kemampuan yang saya miliki dengan selembar kertas berstempel yang membuat nama saya semakin panjang. Husni Fachrizal, S.E.Ak, sebuah nama yang sedang saya perjuangkan dalam beberapa tahun kedepan.

Pertanyaannya adalah “sanggupkah saya melanjutkan perjuangan ketitik finish? lalu sekarang bertarung pake apa nih? masa cuma pake pisau dapur aja nih?” Pertanyaan yang saya tujukan pada diri sendiri untuk dijawab sendiri.

Saya hanya berharap setitik sinar akan muncul dalam waktu dekat ini dan mengubah segala keadaan menjadi lebih baik lagi kedepannya. Dan tentunya rasa pesimis yang selama ini sering muncul akan hilang seketika. Saya masih percaya kok kalau keajaiban itu masih ada dan selalu berharap kalau orang yang dihampiri itu saya, bukan orang lain. karena saya merasa saya adalah orang yang paling membutuhkan sebuah keajaiban itu đŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s