Mandiri (Mangkal Sendiri)

Aceh, daerah yang minim akan hiburan dan terlalu banyak aturan-aturan tak jelas yang hanya menguntungkan sebagian kaum. Di sini harus pintar-pintar cari hiburan untuk menghapus stres yang kian hari kian numpuk. Nongkrong salah satu ritual wajib sore atau malam hari bagi sebagian besar warga disini. Dan warung kopi adalah salah satu pilihan menarik untuk dilirik, selain cafe tentunya.

Jumat ini telah terjadi kesalahpahaman maksud dan rencana antara seorang cucu dengan neneknya. Bisa jadi si cucu salah dengar, atau neneknya yang berkelit mengundurkan acara yasinan di rumah menjadi minggu depan. Namun, keputusan telah diambil, ijin untuk tidak masuk kantor pun telah di tangan. Trus? Ngapain? Ngeram di rumah? ya ngga dong. Syukurnya walaupun Aceh masih tergolong salah satu propinsi tertinggal di Negeri yang kata orang kaya raya ini, masih ada satu fasilitas canggih yang mungkin belum dimiliki atau diterapkan di propinsi lain. Yap, apalagi kalau bukan fasilitas internet yang ada di segala penjuru negeri yang bisa nikmati secara “free” alias gratis. Hampir 90% cafe dan warung kopi di Aceh memiliki fasilitas internet gratis. Seolah itu menjadi syarat utama jika seseorang ingin memulai usaha per-kafe-an atau per-warung-kopian, kalau tidak ada internet maka siap-siap saja bakal sepi pengunjung.

Ya, seperti saya sekarang ini yang sedang dan memang hobi Mandiri atau Mangkal sendiri. Dengan modal kopi segelas 5000 atau Jus 7000 bisa berinternet ria sampe hayat dikandung badan, dan bebas berimajinasi dalam bentuk sebuah tulisan atau beberapa patah status di twitter. Tapi sayangnya ritual Mandiri ini tidak semua orang nyaman melakukannya. Ada sebagian orang berpendapat, mejeng sendiri itu kasian, kaya ga punya temen aja. Bagi sebagian lainnya kesedirian itu ngebosenin dan ga asik. Lebih enak cekakak cekikik sama temen dong rame-rame. YUP, untuk kondisi umum emang enak mejeng bareng temen, tapi bagi saya terkadang ritual “me-time” ngopi sendiri, atau ke pantai sendiri itu asik juga, toh rame-rame juga ntar masing-masing sibuk sama “Handheld” sendiri, apa bedanya dong? Tapi jangan jadi keterusan doyan menyendiri juga sih, selain ga baik untuk kesehatan ragawi (preet), tapi juga jiwa terancam terganggu, baik itu terganggu dengan permasalahan sosialnya atau terganggu dengan cemoohan orang tadi yang menganggap kita aneh ga punya temen, kemana-mana sendiri. Jadi pribadi mandiri juga bisa diterapkan di kehidupan para insan jomblowan dan jomblowati nih, ngeflirt jadi lebih “Khaffah” dan berjalan lancar, bhihihik. Kan kalo sendiri biasanya bisa lebih pol-polan dalam melancarkan jurus, kalo sama temen kan rada jaim (Lha?).

Nah, dengan mengingat betapa banyaknya manfaat menjadi pribadi yang “Mandiri” apa masih doyan sering-sering numpuk sama temen? sekali-sekali ga salah dong menikmati kesendirian dengan diri sendiri (Ribet).

Advertisements

4 thoughts on “Mandiri (Mangkal Sendiri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s