Labil

Siang ini kembali lagi berhasrat menulis. Seperti biasa, kalau lagi pengen nulis ya diturutin aja. Karena keinginan itu belum tentu muncul setahun sekali. Pengen nulis juga karena dikompor-kompori oleh kuis-kuis atau sayembara dengan iming-iming hadiah impian. Tapi yang sekarang ini bukan karena hadiah atau sejenisnya, tetapi emang karena lagi pingin aja ngetik banyak-banyak. Maklum pengangguran yang CV-nya cuma nitip diberbagai perusahaan, kadang-kadang kangen juga untuk ngetik atau nulis laporan. ya kalau sekarang sudah pasti laporan hidup, semacam curhatan terselubung. Ga pengen cerita ke orang-orang tapi pengen diketahui oleh orang banyak, ya gitu deh. Usia-usia yang nyaris 30 gini ternyata lebih rentan terkena virus labil, ketimbang anak-anak dibawah umur. gitu gak sih? atau karena keseringan bergaul sama anak di bawah umur? muehuehuehuehue….

Bentar lagi puasa, tabungan mulai menipis, niat hijrah setelah lebaran juga udah di ubun-ubun banget nih. Ga sabar ingin kembali menjelajah, dan berkarya jauh dari orang-orang yang saya kenal. Tantangan hidup terkadang perlu, untuk menekan jiwa-jiwa labil yang kerap muncul karena kelamaan tidur. ya mau gimana lagi? jobless kayak gini kalau ga makan ya tidur. kadang juga mancing, mancing ikan, mancing emosi orang sampe mancing keributan. Hidup jobless kadang-kadang kok keliatannya lebih enak dari yang punya kerjaan, yang disibukkan dengan laporan bulanan, omelan bos serta target yang kadang-kadang tak terkejar yang berujung gagalnya insentif atau bonus.  Itu kan keliatannya! belum tentu aslinya begitu. Bisa jadi aktifitas makan tidur tak seenak keliatannya.

Kembali ke jiwa labil yang sepertinya sudah jadi nasib dan takdir yang harus saya jalani. Hampir semua jenis pekerjaan sudah saya jalanin, dan atas saran teman yang melihat ada bakat lain yang terpendam di diri saya, akhirnya doi kasih saran untuk coba lahan kerjaan baru, hihihihihi….sepertinya menarik. Tapi, ini kali ya penyebab 70 aplikasi lamaran kerja yang dua bulan ini saya kirim hanya berujung pada NOL BESAR. Kok kesannya ni anak pengen ngegarab seluruh lahan pekerjaan deh. Mungkin sang penerima aplikasi lamaran kerja mikirnya gitu kali ya? Isi CV semua berasal dari jenis pekerjaan yang berbeda, yang berujung resign di akhir tahun. Sejak tahun 2005 hanya betah di satu jenis pekerjaan terlama yaitu setahun 2 bulan, sisanya? setahun, bahkan ada yang 5 bulan saja. pfffttt…. Kurang labil apa lagi coba? Niat serius meniti karir di satu bidang tertentu saja kok kayaknya susah untuk diwujudkan. apalagi mewujudkan Dream Job yang hanya bisa berakhir di angan-angan.

Ah sudahlah, curhat siang ini cukup sampai disini. Mau siap-siap beli umpan pancing, rencananya mau mancing sore ini. Kali aja ntar Tim BBC Knowledge liatin saya lagi mancing, trus di Hire deh jadi asistennya Robson Green. Kurang sedap apa lagi coba jadi pengangguran? i can do whatever and whenever i want. Bravo to myself.

“Menyenangkan diri sendiri itu terkadang perlu, dan sangat membantu untuk menghilangkan stress”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s