Great Escape Part 2 (Taman Alam Lumbini, Berastagi)

Berat banget nih, bangun musti pagi dan siap-siap. Soalnya janjian ketemuannya jam 8 di simpang kampus USU pintu satu, jadi bisa barengan berangkat ke Berastaginya. Dan namanya juga Indonesia, kalau janjian pasti molor, minimal setengah jam, maksimal ya selama-lamanya. Akhirnya ngumpul juga jam 9 dan sama-sama naik angkot ke simpang pos (biayanya cukup Rp. 2500/orang). Sesampai di simpang pos, nungguin lain mobil angkutan arah berastagi, namanya Sutra. Kata ibu-ibu yang sering naikin ini angkot, supirnya baik dan ga suka maksain penumpang untuk desak-desakan demi nambahin pemasukan, beda dengan angkot jenis lain. Makanya kami milihnya naik Sutra aja, dengan ongkos Rp. 10.000/orang dan turun di simpang Tongkoh, Kabupaten Karo  (Letaknya kira-kira 50 km lebih dari kota Medan) lalu jalan kaki lebih kurang 1 kilometer lebih atau kalau ga sanggup bisa naik becak Rp. 5000. Tapi kalau boleh saran sih mending jalan kaki aja, karena sepanjang jalan banyak kebunnya, termasuk kebun stroberi. Triknya, sok akrab aja sama ibu-ibu pemilik kebun yang lagi bersih-bersih, minimal dapet lah stroberi gratis 5 buah untuk dimakan hihihi. Kalau mau lebih banyak, masuk aja ke kebunnya yang ada palang “Stroberi metik sendiri” dan ini harus pinter nawar. Pasarannya stroberi disana 80 ribu/kg nya, atau 8ribu satu ons, kalau di kebun pinggir jalan sebelum nyampe ke taman lumbininya, harganya cuma 50ribu/kg nya.

Akhirnya sampai juga di Taman Lumbini dengan luas 3 ha, dan telah dibangun replika Pagoda Shwedagon . dimana replika Pagoda Shwedagon ini merupakan replika tertinggi kedua di antara replika sejenis di luar negeri yang berada di Birma , dan merupakan Pagoda tertinggi di Indonesia. Dan dari hasil googling sana-sini, dapet deh info kalau Pagoda ini dapet dua rekor muri, yaitu sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia dan Kebaktian yang paling banyak dihadiri oleh Bikhunya.

Dan yang Terpenting adalah, masuk ke Pagoda ini gratis, dan tidak diperbolehkan memakai HP didalamnya, hanya boleh foto-foto pakai kamera digital. Ngga ngerti juga sih, kenapa foto pake kamera hape ga boleh.

Baru sampai di pintu masuknya aja uda terkagum-kagum dengan keindahan pagodanya, dan juga suasana yang damai banget di dalam pagodanya. Melihat para wisatawan yang sembahyang disana, dan alunan musik khas Budha yang bikin rileks dan betah berlama-lama. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke dalam bangunan Pagodanya. Disana terdapat 4 patung budha yang berada di tengah bangunan gedung.

Jalan-jalan tanpa foto diri juga gak sah kayaknya ya? kedamaian Pagoda Shwedagon ga menghalangi napsu narsis kami disana.

“eh, kita kayak berasa lagi di Thailand kan ya? hahahahahah” boleh lah buat yang kurang modal mau ngerasain sedikit di Thailand kayak gimana, kesini aja. Cuma butuh modal kurang dari 100ribu, udah puas banget, hehehehehhe.

Buru-buru karena hari ini kami punya 1 trip lagi, yaitu ke air terjun Sipiso-piso di Merek, Kabanjahe, akhirnya kami keluar dan sempet-sempetin untuk makan stroberi di kebunnya langsung dan bawa oleh-oleh untuk temen yang pada ga ikutan. Nih barang buktinya 😀

Nah Kalo ini orang kampung yang ga pernah liat stroberi secara langsung, jadinya ekspresi dibuat-buat. Udah lah muka jelek tambah sok ekspresif. BYE!!

Akhir kata, dari kebun warga yang bikin ga pengen pulang saya ucapkan, semoga kalian juga pengen kesini dan saya juga pengen lagi sih :D… (bersambung ke Part 3)

Advertisements

One thought on “Great Escape Part 2 (Taman Alam Lumbini, Berastagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s