Ketika Alam Berubah

Aceh panas, itu adalah isu lama dan bukan hal aneh lagi. Dari dulu suhu di Aceh memang panas. Mau bukti? lihat saja, sebagian besar warga Aceh berkulit hitam, atau orang lokal sering menyebutnya dengan “Seudong”. Jadi jangan heran pula, kalau para wisatawan manca negara, berbondong-bondong ke Aceh, khususnya mereka yang berasal dari negara yang bersuhu dingin. Bosan kedinginan, rasanya kena sengatan matahari Aceh terasa lebih nikmat.

Saya yang lahir dan tinggal di Aceh bertahun-tahun, dan berkulit gelap juga, tentu sudah bosan dengan suhu panas, apalagi kian hari makin hitam saja. Dan pastinya suhu panas yang saya rasakan bertahun-tahun belakangan ini makin terasa tidak wajar, panasnya terlalu berlebihan, bahkan terasa perih jika terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari.

Dulu di sepanjang jalan hanya ada hutan, bangun rasanya segar, karena untuk pertama kalinya dapat menghirup oksigen murni, sebelum bercampur asap knalpot. Sekarang hutan-hutan yang membuat pagi ku segar mulai tergantikan dengan lahan sawit, yang secara omset lebih banyak menguntungkan dari pada hanya membiarkan lahan ditumbuhi pohon-pohon yang menghasilkan oksigen. Coba saja sekali-kali melancong ke jalur barat selatan, selain dapat bertamasya melihat kebun sawit, juga dapat menikmati pemandangan ajaib gunung terbelah, gunung gundul, atau gunung rontok, biasanya istilah gunung rontok lebih populer dengan sebutan tanah longsor.

P60403-115820

Beberapa minggu lalu kami juga sempat mengunjungi salah satu tempat wisata di daerah krung raya. di sini pun bukitnya mulai gundul, tandus, gersang, dan pastinya panas. Pemandangan gunung tanpa pohon jadi penampakan yang lumrah.

P60403-134007

Itu baru bicara hutan dan gunung di Aceh, yang setiap tahunnya luas dan keberadaannya mulai berkurang. Belum lagi kita memasuki area perkotaan seperti Banda Aceh. Sebagai ibu kota propinsi, limbah industri pasti mulai bertambah keberadaannya. Beberapa minggu lalu saya juga dibuat kesal, dengan tingkah para pengusaha pinggir jalan, mendirikan usaha gerobak makanannya persis di atas saluran air atau parit. Bukannya mengumpulkan sampah yang dihasilkan lalu dibuang ke penampungan sampah terdekat, malah tanpa bersalah melempar sampah plastik ke dalam parit. Ini juga masih terjadi di salah satu daerah di Banda Aceh, yaitu di kampung Peuniti.

P60222-181412

Mungkin kita lupa, kalau sampah ini butuh ribuan tahun untuk mengurai. kita mungkin juga mulai tidak peduli, bahwa gunungan sampah ini akan terus bertambah yang berujung pada pencemaran lingkungan, baik dari tidak bersihnya udara sekitar karena bau sampah yang menyengat, atau sisa sampah yang tak terurai akan berujung pada penyakit, dan masih banyak lagi hal buruk lainnya yang akan terjadi, hanya dari kebiasaan buruk kita sehari-hari

P60222-181524

Banjir jadi langganan di Peuniti, hujan tanpa henti 4 jam saja, dapat mengakibatkan genangan air hingga selutut orang dewasa, apakabar jika memasuki musim hujan yang tiap tahunnya pasti datang?

Pemerintah bukannya tidak peduli akan isu ini, juga beberapa lembaga lainnya. Sebut saja Walhi, yang dari dulu sudah sangat sering membuat gerakan advokasi lingkungan hidup di Aceh. Namun rasanya usaha-usaha perbaikan itu akan sia-sia jika kita masih menjadi manusia yang terbiasa akan keburukan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah keburukan yang paling sering dan paling memungkinkan kita lakukan setiap hari. Paling tidak, kebiasaan itulah yang satu-satunya paling mudah untuk kita hilangkan, dalam rangka menjadikan bumi jadi lebih layak untuk ditinggali.

Melalui tulisan ini, semoga saja kita makin sadar, bahwa udara yang kita hirup secara gratis ini, suatu saat akan ada harganya jika keberadaannya tidak terjaga dengan baik. Tanah yang kita pijak ini pun suatu saat akan berontak, longsor dan jadi bencana yang tidak diinginkan oleh semua orang. Selamat hari Bumi untuk seluruh penduduk bumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s