Perbankan Harus jujur, jangan jadi maling

Berbicara tentang dunia perbankan di Indonesia, memang agak sedikit unik. Para nasabah malah merasa tidak nyaman dengan Bank tempat mereka menyimpan uang mereka sendiri. Katakan lah perihal biaya admin yang tidak jelas jumlahnya, fee atau biaya per transaksi yang tidak pernah dijelaskan teller atau CS bank tersebut saat nasabah membuka buku tabungan, dan biaya-biaya lain yang secara jumlah memang tidak besar mereka ambil, namun kalau itu terjadi berulang dan diaplikasikan pada puluhan juta nasabahnya? Tentu akan menjadi masalah dan jumlah pencurian yang sangat besar.

Dulu, sekitar 15 tahun yang lalu, memang hanya beberapa bank yang memiliki layanan hingga ke pelosok daerah, dan saya yang tinggal di daerah, merasa memang harus menggunakan layanan bank tersebut untuk penyimpanan uang dan kegiatan perbankan lainnya. Namun rasanya makin hari, pelayanannya makin tidak beres, mulai dari pelayanan teller, sampai ke masalah jaringan yang tidak pernah selesai. Mesin ATM memang dimana-mana, namun kalau semuanya rusak dan terganggu jaringannya, apa gunanya?

Belum lagi saat itu ada isu tentang beberapa perbankan yang mengambil uang nasabah dengan dalih biaya cek saldo ATM, dan biaya lain-lainnya, bahkan biaya kirim sesama bank pun dikenakan biaya sekian rupiah. Belum lagi dengan persyaratan yang mengharuskan nasabah memiliki 100 ribu lebih batas minimal saldo yang tertinggal. Memang terasa seperti dirampok secara legal. Perampoknya berdasi dan berlindung dibalik peraturan dan pasal-pasal yang emang selama ini tidak pernah dijelaskan ke calon nasabahnya saat pertama kali membuka tabungan di layanan perbankan mereka. Bahkan lebih parahnya lagi ada salah satu layanan perbankan yang para petugas pelayanannya seperti tidak memiliki SOP atau pelatihan kerja sebelumnya, sehingga tidak mengert i cara melayani nasabah sebagai mana mestinya. Mereka bahkan lupa, jika layanan perbankan bisa hidup makmur dan tumbuh subur, berkat uang atau dana yang disimpan nasabah di layanan perbankan mereka. Mereka juga lupa, kalau nasabah ini sebenarnya raja yang tidak pernah menganggap dirinya raja namun harus diperlakukan sesopan mungkin.

Saat itulah saya mulai berfikir untuk berpindah layanan perbankan ke arah yang lebih baik dengan pelayanan yang jelas serta tanpa adanya gangguan ATM, karena memang saya termasuk nasabah dengan aktifitas transaksi ATMnya tinggi. Beruntung pula saat itu saya kuliah di perguruan tinggi negeri, yang kala itu memang menggunakan layanan Bank BNI untuk membayar SPP sekaligus layanan KTM dan ATM untuk satu keperluan. Sebagai mahasiswa saat itu, saya tidak mau disusahkan dengan berbagai macam keharusan. Kalau saya bisa memiliki ATM sekaligus KTM, ngapain saya pilih layanan yang memisahkan ke duanya? ditambah lagi layanan tersebut selalu bermasalah dengan jaringan dan pelayanan.

Saat itu pula saya mulai ketergatungan dengan Bank BNI, apalagi saat ini, ATM BNI adalah layanan perbankan dengan layanan mesin ATM terbanyak, di kota tempat saya tinggali sekarang, yaitu di Banda Aceh. Sebagai pekerja lepas dengan mobilitas tinggi serta penggunaan mesin ATM yang cukup sering, selain bebas dari gangguan jaringan down dan error, jumlah dan letak ATM tentu sangat dibutuhkan, dan layanan itu pula yang diberikan BNI kepada saya.

Lingkungan saya bekerja, lingkungan keluarga, dan kebanyakan aktifitas perbankkan saya hampir semuanya menggunakan layanan bank BNI, rasanya untuk pindah dan ganti layanan Bank sudah malas, apalagi kalau semua layanan yang saya butuhkan ada di BNI.

Saya jadi teringat peristiwa beberapa tahun silam, saat semua layanan Bank yang saya gunakan rusak dan tidak bisa berfungsi, saat itu pula saya membutuhkan uang untuk biaya hidup di Banda Aceh, yang sudah dikirimkan oleh orang tua saya. Lucunya, saya harus meminjam uang dari teman, hanya karena uang milik saya sendiri malah tidak bisa saya ambil di ATM, karena selama 3 hari layanan bank tersebut rusak dan tidak bisa melakukan transaksi tarik tunai di ATM. Pernah mencoba antrian dan tarik tunai pakai buku tabungan, namun antrian yang cukup panjang, akhirnya menyerah juga.

Sekarang rasanya untuk berpindah layanan bank sudah malas, syukurnya lagi Bank BNI cukup layak untuk dijadikan sandaran tempat penyimpanan uang dan melakukan transaksi perbankan, banyak program, banyak layanana yang memang menguntungkan nasabah selaku pemilik dana di layanan mereka. Mau bukti? Ini saya tunjukan ATM BNI terakhir yang saya punya di dompet, yang sudah lusuh dan layak ganti, karena keseringan digunakan. Padahal Valid Date atau masa berlaku kartu masih panjang hingga tahun 2018.

Mungkin sudah saatnya juga bagi saya mencoba layanan lain yang dari awal belum pernah  dicoba, seperti layanan kartu kredit. Mungkin pihak Bank BNI mau mewujudkannya? Hahaha semoga saja. Soalnya beberapa bulan terakhir ini pun, saya dibuat tergiur dengan beberapa tawaran kredit dengan cicilan nol rupial dari BNI. Ah, semoga saja ini bisa terwujud dalam waktu dekat. Dan  juga Bank BNI dapat mempertahankan citra baiknya di mata nasabah, khususnya di mata saya pribadi. Terlebih lagi dalam hal peningkatan pelayanan, penambahan program dan penambahan ATM yang makin banyak di setiap pelosok kota dan daerah. Sehingga nasabah bebas dari gangguan dan permasalah yang selama ini diperoleh dari layanan perbankan lainnya. Semoga di usia yang ke 70 tahun ini BNI lebih dipercaya nasabah dan rekanannya. Usia 70 tahun bukan angka yang kecil, banyak pengorbanan dan perjuangan yang dialami hingga menjadi seperti sekarang, bahkan mampu untuk memiliki cabang di beberapa kota besar di dunia. Saya selaku nasabah turut senang dan merasa memiliki akan kesuksesan yang didapat BNI selama ini, dan BNI pun dapan berbagi kesenangan dengan nasabahnya.

Akhirnya saya Cuma berharap, ada pihak BNI pusat yang menghubungi saya dan menawarkan layanan kartu kreditnya kepada saya, dan mengabarkan kalau saya ternyata pemenang di lomba blog kali ini. Cukup sekian dan terima kasih.

Advertisements

2 thoughts on “Perbankan Harus jujur, jangan jadi maling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s